Sebagai negara produsen minyak sawit terbesar, Indonesia memiliki prospek yang sangat baik untuk mengembangkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.
Minyak kelapa sawit memiliki peran vital dalam berbagai aspek kehidupan, dinyatakan dengan slogan “no palm oil, no life”.
Ismadi menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat melalui industri kelapa sawit sangat terkait dengan keberadaan perusahaan di daerah tersebut.
Hubungan antara perusahaan dan masyarakat merupakan bentuk simbiosis mutualisme, di mana keduanya saling membutuhkan.
Tanggung jawab sosial perusahaan, atau Corporate Social Responsibility (CSR), menjadi instrumen penting dalam menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.
Di sisi lain, Riduan Manik, Community Development Area Manager Aceh Astra Agro, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat aspek keberlanjutan melalui program Astra Agro Sustainability Aspirations yang ditargetkan untuk tercapai pada tahun 2030.
Program ini melibatkan empat pilar CSR, yakni bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan, dengan tujuan mencapai kesejahteraan bersama bangsa.
Salah satu anak perusahaan Astra Agro, PT Karya Tanah Subur (KTS) di Aceh Barat, baru-baru ini meraih juara 2 terbaik dalam kategori CSR Madya yang diberikan oleh Bupati Aceh Barat.
Prestasi ini menunjukkan kontribusi nyata perusahaan dalam memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar, baik di Aceh maupun di wilayah lainnya.
(acehprov)