“Film itu dibuat bukan tanpa maksud, karena kita punya sesuatu yang ingin disampaikan untuk diekspresikan. ACFFest sangat menarik karena memuat nilai antikorupsi, jenis film yang harus punya moral story,” kata penerima penghargaan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2023 itu.
Irfan juga berbagi tips untuk membuat film pendek yang menarik bagi para calon peserta ACFFest 2024.
Menurutnya, selain memiliki tujuan, peserta harus fokus dengan pesan yang ingin diutarakan.
“Semakin bisa fokus dengan apa yang mau dibicarakan, maka akan bisa bikin film yang semakin kuat,” ujarnya.
Sebagai contoh, Irfan menyebut film ‘Titip Sendal’ yang bercerita tentang praktik menitipkan antrean di kegiatan vaksin massal.
“Film ini menarik karena memperlihatkan banyak orang menitipkan sandal, membuat penonton menyadari bahwa hal tersebut dianggap lumrah, padahal dampaknya bisa sangat buruk jika terjadi secara massal,” kata Irfan.
Selain ‘Titip Sendal’, para tamu undangan yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, media, dan komunitas pegiat film juga disuguhkan film-film seperti ‘Gombal from Home’, ‘Air Mata Penyesalan’, dan ‘Labirin Lembusora’.