Menhub juga menyoroti pentingnya rest area, terutama mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga perbatasan Jawa Barat.
Terkait dengan pasar tumpah, Menhub meminta agar dilakukan pengaturan yang baik sehingga pemudik dan pedagang dapat dilayani dengan baik.
“Pasar tumpah harus diantisipasi dari sekarang. Jika perlu beri CSR berupa santunan agar mereka yang tidak berdagang di pasar tumpah tetap bisa berlebaran,” katanya.
Selanjutnya, terkait dengan angkutan logistik, Kemenhub bersama Korlantas Polri dan Kementerian PUPR telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 H pada tanggal 5 Maret 2024. Menhub berharap SKB tersebut dapat memudahkan pelaksanaan Angkutan Lebaran.
“Mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, kereta tempelan atau kereta gandengan, serta mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan hasil galian, tambang, juga bahan bangunan dibatasi. Polres, Dandim, serta Dishub diharapkan untuk berjaga di pintu-pintu tol agar tidak ada truk yang melanggar aturan yang beroperasi,” ucap Menhub.
Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Aan Suhanan, menyatakan bahwa untuk menyukseskan pelaksanaan Angkutan Lebaran, pihaknya akan melakukan pengamanan operasi ketupat, termasuk antisipasi di jalur wisata, pasar tumpah, serta rest area.
“Para Kapolres diharapkan untuk berkoordinasi dengan Pemda dalam mengatur arus menuju 72 lokasi wisata yang ada di Jateng. Kelola dengan baik agar masyarakat yang berwisata tetap dapat dilayani dengan baik,” ujar Kakorlantas.