Seketika.com, Jakarta – Federasi Sepak Bola Dunia Internasional (FIFA) sedang berada di tengah sorotan dunia, menghadapi kontroversi besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Langkah yang tak lazim ini bermula dari serangan yang dilakukan Israel terhadap Palestina, memicu reaksi keras dari federasi sepak bola di negara-negara Asia dan Timur Tengah.
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) memulai langkah kontroversial ini dengan mengajukan usulan kepada FIFA untuk mencabut keanggotaan Israel.
Mereka berargumen bahwa tindakan Israel telah menyebabkan penderitaan yang besar bagi komunitas sepak bola di Palestina.
Dukungan terhadap usulan PFA datang dari sejumlah federasi sepak bola negara-negara Asia seperti Aljazair, Irak, Yordania, Suriah, dan Yaman, yang menambah tekanan pada FIFA untuk bertindak.
Sebagai organisasi yang mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan persatuan melalui sepak bola, FIFA kini berada di bawah sorotan dunia internasional.
Mereka harus membuat keputusan yang mempertimbangkan aspek hukum, politik, dan sosial dari tindakan mereka.
Merespons tuntutan yang diajukan oleh PFA, FIFA menggelar rapat darurat. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan ‘penilaian hukum’ atas masalah ini.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Infantino menekankan bahwa sepak bola seharusnya tidak menjadi alat politik, tetapi harus selalu menjadi sumber harapan dan perdamaian.