“Posisi UNESCO ini harus tetap dipertahankan, kami berharap ekosistem ekonomi kreatif di Solo terus berkembang,” tambahnya.
Solo Menari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seni budaya, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan mengembangkan sektor pariwisata melalui peningkatan jumlah wisatawan.
“Solo Menari telah menjadi perhelatan kelas dunia yang dihadiri oleh pelaku ekonomi kreatif, khususnya dalam seni pertunjukan tari,” ungkap Sandiaga.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam; Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setya Harini; Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono; serta Direktur Badan Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin.




(kemenparekraf)