Klub ini menegaskan bahwa wacana yang dilontarkan oleh pelatih asal Portugal itu semakin meningkat dan tidak dapat diterima.
Oleh karena itu, mereka menyatakan niat untuk menuntut secara pidana dan melaporkan kejadian tersebut kepada badan sepak bola internasional.
Namun, Fenerbahçe membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa pernyataan Mourinho tidak ada kaitannya dengan rasisme.
Klub yang berbasis di Istanbul itu menyebutkan bahwa pernyataan tersebut telah diputarbalikkan dan keluar dari konteks yang sebenarnya. Mereka juga menyatakan akan mengambil langkah hukum terkait tuduhan tersebut.
Mourinho sendiri, yang pernah melatih klub-klub besar seperti Chelsea, Manchester United, dan Real Madrid, sudah beberapa kali terlibat dalam kontroversi.
Sebelumnya, ia sempat didenda dan diskors di awal musim karena cercaan terhadap ofisial pertandingan.
Kejadian terbaru ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat dalam persaingan sengit antara dua raksasa sepak bola Turki, Galatasaray dan Fenerbahçe.
(apnews)