Bakteri tersebut menguraikan gas metana dari kotoran ternak, sehingga tekanan gas dalam biodigester meningkat.
Hasilnya, di dalam biodigester terdapat tiga jenis produk, yaitu gas sebagai produk utama, serta bioslurry padatan dan cairan sebagai produk sampingan.
Dindin Sukaya menekankan bahwa daripada membiarkan limbah kotoran menjadi sampah, masyarakat Desa Cibodas memanfaatkannya sebagai sumber energi, yaitu biomassa atau biogas, yang diolah secara langsung.
Selain memberikan manfaat energi alternatif, inovasi ini juga memiliki dampak positif dalam mencegah pencemaran lingkungan karena mengelola limbah kotoran sapi secara efektif.
Dindin Sukaya berharap agar Desa Cibodas terus mengembangkan potensi dan sumber daya alam serta manusia yang ada.
Biogas dianggap sebagai hasil akhir yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, dan diharapkan tidak akan ada lagi limbah kotoran yang terbuang sia-sia di masa mendatang.
(badung)