Kemitraan strategis antara Indonesia dan AS, khususnya di sektor digital, menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Dengan target pertumbuhan ekonomi 8%, kerjasama ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan digital global yang kompetitif.
“Dalam kerjasama ekonomi ini, kami bangga menjadi negosiator utama untuk Pilar Perdagangan di bawah Kerangka Indo-Pasifik untuk Kemakmuran (IPEF),” ungkap Wamenkomdigi Nezar.
Kolaborasi Indonesia-AS dalam Keamanan Siber, Infrastruktur Digital, dan Kecerdasan Buatan (AI)
Lebih lanjut, Wamenkomdigi Nezar memaparkan beberapa inisiatif kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam berbagai bidang, seperti keamanan siber, infrastruktur digital, dan kecerdasan buatan (AI).
“AI adalah fokus utama dari kolaborasi kami, seperti yang terlihat dalam Lokakarya Peta Jalan AI Bertanggung Jawab ASEAN yang diadakan di Jakarta pada 4-5 Juni 2024, bekerja sama dengan ASEAN dan USAID. Inisiatif ini menekankan pentingnya pengembangan AI yang etis dan bertanggung jawab dalam membentuk ekonomi digital masa depan yang sejalan dengan nilai dan aspirasi kawasan kita,” tutupnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Mira Tayyiba, Wakil Presiden Senior dan Direktur Pelaksana Regional Dewan Bisnis US-ABC Mr. Brian D. Mc Feeters, serta beberapa pemimpin bisnis terkemuka dari perusahaan-perusahaan besar AS seperti Netflix, Qualcomm Inc., Apple Inc., Oracle, Visa, Intel Corporation, Meta, Expedia Group, FedEx, dan IBM.
(komdigi)