Berdasarkan laporan keuangan unaudited, pendapatan Holding BUMN Farmasi pada tahun 2023 turun menjadi Rp15,2 triliun dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp21,2 triliun, mengalami penurunan sekitar 28 persen.
Sementara itu, rugi bersih tercatat menyentuh angka Rp2,2 triliun, turun dari laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp490 miliar.
Rugi terbesar disumbang oleh Kimia Farma sebesar Rp1,8 triliun dan Indofarma (INAF) sebesar Rp605 miliar. Sedangkan Bio Farma masih membukukan laba bersih positif sebesar Rp304 miliar.
(dpr)