Selain itu, generasi muda dapat memanfaatkan berbagai saluran komunikasi dan teknologi untuk menyebarkan pesan mengenai pentingnya konservasi air bersih, sanitasi, dan mitigasi bencana.
Indonesia, sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10, memiliki komitmen yang kuat dalam mengatasi tantangan terkait sumber daya air, mengingat kerentanan negara ini terhadap bencana alam seperti banjir dan kekeringan yang diperparah oleh perubahan iklim.
Sejumlah program untuk sesi pemuda telah dirangkum dalam Bali Youth Plan, termasuk kampanye #ShareWaterStories, Youth Podcast: Water Talk, Young Water Sustainability Leaders (YWSL) 2024, Youth Book, dan Final Youth Activities.
Selain itu, YWSL 2024 sebelumnya telah mengadakan Online Bootcamp yang melibatkan 300 peserta muda dari seluruh dunia.
Sebanyak 60 orang terpilih menjadi delegasi muda untuk menghadiri World Water Forum ke-10, mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Oseania.
Di samping Bali Youth Plan, World Water Forum ke-10 juga telah menetapkan sejumlah target untuk mencapai hasil nyata yang dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan sumber daya air secara global.
Target-target tersebut meliputi pendirian Pusat Unggulan untuk Ketahanan Iklim dan Ketersediaan Air, pembentukan kelompok kerja dalam pengelolaan sumber daya air terpadu di pulau-pulau kecil, serta peresmian Hari Danau Dunia.
(media.worldwaterforum)