Asep mengungkapkan bahwa aktivitas pengungkapan laboratorium gelap narkoba di Badung, Bali, oleh satuan tugas penanggulangan narkoba Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, telah berhasil menyita berbagai macam prekursor, alat cetak ekstasi, hydroponic ganja, dan peralatan laboratorium pembuatan narkotika.
Pengungkapan laboratorium gelap lainnya dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Daerah Metro Jaya.
Di Jawa Timur, polisi berhasil menyita sabu dan beberapa jenis prekursor, sedangkan di Metro Jaya, ditemukan sejumlah cannabinoid atau kandungan dalam ganja.
Polri menyatakan komitmennya untuk terus melakukan operasi pengungkapan laboratorium gelap narkoba guna memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia.
Upaya ini akan terus dilakukan dengan sinergi antar instansi terkait.
Pembongkaran lima laboratorium gelap narkoba ini dianggap sebagai langkah penting dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia.
Dengan menyita berbagai prekursor dan narkoba siap edar, diharapkan peredaran dan penyalahgunaan narkoba dapat ditekan.
(mediahub.polri)