“Dengan langkah ini yang mulai berlaku pada 1 Maret 2025, devisa hasil ekspor Indonesia diperkirakan akan bertambah sebanyak USD80 miliar pada tahun 2025. Diperkirakan dalam satu tahun, devisa negara kita akan mencapai minimal USD100 miliar,” jelas Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menjelaskan tentang peluncuran Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) pada 24 Februari 2025 yang memiliki total aset lebih dari USD900 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat hilirisasi industri nasional, yang berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia secara signifikan.
“Total aset lebih dari USD900 miliar akan memungkinkan kita untuk mempercepat pembangunan industri kita, industri hilirisasi kita, sehingga nilai tambah dari semua sumber daya alam kita, semua produksi kita bisa dipercepat secara signifikan, nilai tambah bisa belasan kali, bisa puluhan kali, bahkan bisa ratusan kali,” ungkap Presiden.
Selanjutnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang lebih cerdas, transparan, dan bebas dari korupsi.
Dengan niat yang kuat dan tekad untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, Presiden meyakini kekayaan alam Indonesia akan dapat terkelola dengan baik dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
(BPMI Setpres)