Tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi ini semakin memperburuk citra presiden, yang kesulitan untuk mewujudkan kebijakan-kebijakannya di parlemen yang dikuasai oposisi.
Banyak pengamat menilai bahwa deklarasi darurat militer ini terkait dengan perjuangan politik Yoon untuk mengatasi tekanan dari oposisi.
Keputusan mendadak Yoon untuk memberlakukan darurat militer telah membuat publik terkejut. Di media sosial, banyak warga Korea Selatan yang mengungkapkan kekhawatiran atas potensi hilangnya kebebasan sipil dan hak-hak demokratis.
Selain itu, banyak yang melihat langkah ini sebagai upaya Yoon untuk memperkuat posisinya di tengah krisis politik yang ia hadapi.
Secara keseluruhan, deklarasi darurat militer yang kontroversial ini semakin memperburuk polarisasi politik di Korea Selatan, dengan banyak pihak yang menuntut akuntabilitas dan transparansi dari pemerintah.
(apnews)