Taufik menjelaskan bahwa upaya KPI menjaga kredibilitas dan nilai perusahaan melalui sertifikasi AEO melibatkan proses sertifikasi yang transparan dan akuntabel.
Dalam proses ini, KPI menerima banyak feedback membangun dari aspek kelengkapan prosedur, peningkatan keamanan di kilang, hingga keamanan mitra dagang.
Sertifikasi AEO yang diperoleh KPI adalah yang pertama bagi anak usaha BUMN dan di lingkungan sub holding Pertamina Group.
Taufik mengakui bahwa keberlangsungan operasi KPI sangat ditentukan oleh dukungan dari pemangku kepentingan, salah satunya Bea & Cukai.
“Menjadi keharusan untuk membangun partnership yang kuat antara KPI dan Bea & Cukai. Oleh karena itu, melalui serangkaian audiensi dan konsultasi dengan Ditjen Bea & Cukai, maka program partnership Authorized Economic Operator inilah yang menjadi rekomendasi utama untuk KPI guna memperoleh benefit dalam proses kepabeanan kargo impor dan ekspor KPI. Semoga kerjasama ini akan semakin erat dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat,” jelas Taufik. Komitmen KPI pada ESG dan UNGC
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) adalah anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam pengolahan minyak dan petrokimia, dengan komitmen pada prinsip ESG (Environment, Social & Governance).
KPI juga terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal dalam strategi operasionalnya.
KPI terus berusaha menjadi perusahaan kilang minyak dan petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial, dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik.
(pertamina).