Di dalam ruangan ini, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan panas, menghasilkan campuran uap air mendidih dan zat kimia beracun, p-benzokuinon (C6H4O2), melalui aksi enzim katalase dan peroksidase. Campuran ini ditembakkan dari tubuh kumbang dengan suhu mencapai 100°C dan kecepatan semprot sekitar 300-1000Hz per detik.
Otot-otot di sekitar pygidium membantu mengarahkan semburan uap ke arah sumber bahaya, memungkinkan kumbang untuk membakar musuhnya dengan cairan yang dihasilkannya.
Mekanisme ini dikenal sebagai “pulsed spray”.
Yang unik, cairan yang membahayakan musuh tersebut tidak merusak kumbang itu sendiri karena tubuhnya dilapisi dengan bahan tahan panas.
Sistem pertahanan ini terbukti efektif untuk mengusir predator yang lebih besar, mulai dari laba-laba hingga manusia.
Dengan fitur pertahanan yang unik dan efektif ini, Pheropsophus occipitalis menunjukkan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi ancaman di habitatnya.