Scroll untuk baca Berita
Call Us banner 325x300
PeristiwaViral

Semprot lawan dengan zat asam, Kumbang Pembom yang Unik

549
×

Semprot lawan dengan zat asam, Kumbang Pembom yang Unik

Share this article

Di dalam ruangan ini, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan panas, menghasilkan campuran uap air mendidih dan zat kimia beracun, p-benzokuinon (C6H4O2), melalui aksi enzim katalase dan peroksidase. Campuran ini ditembakkan dari tubuh kumbang dengan suhu mencapai 100°C dan kecepatan semprot sekitar 300-1000Hz per detik.

Otot-otot di sekitar pygidium membantu mengarahkan semburan uap ke arah sumber bahaya, memungkinkan kumbang untuk membakar musuhnya dengan cairan yang dihasilkannya.

Mekanisme ini dikenal sebagai “pulsed spray”.

Yang unik, cairan yang membahayakan musuh tersebut tidak merusak kumbang itu sendiri karena tubuhnya dilapisi dengan bahan tahan panas.

Sistem pertahanan ini terbukti efektif untuk mengusir predator yang lebih besar, mulai dari laba-laba hingga manusia.

Dengan fitur pertahanan yang unik dan efektif ini, Pheropsophus occipitalis menunjukkan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi ancaman di habitatnya.

@seketika.com

Semprot lawan dengan zat asam, Kumbang Pembom yang Unik Seketika.com Bombardier Beetle atau kumbang pembom Menyemprotkan asam Mendidih (100 derajat C) Sebagai pertahanan Melawan predator. Panjang tubuh 13 milimeter Saat terancam, menyemprotkan bahan kimia yang sangat panas mencapai 212°F (100°C) dengan suara yang nyaring Dua bahan kimia berbahaya yang disemprotkan adalah hidrogen peroksida dan hydroquinoneahaya Campuran ini memancar dari tubuh kumbang bombardier dengan suhu mencapai 100°C dan kecepatan semprot sekitar 300-1000Hz per detik Uniknya cairan yang bahayakan musuh itu tidak mencederai kumbang itu sendiri karena bagian tubuh kumbang dilapisi dengan bahan tahan panas Sistem pertahanan ini terbukti efektif untuk mengusir predator yang lebih besar seperti laba-laba hingga manusia #fyp #fypシ #seketika #animal Predator Thoronos #viral

♬ original sound – Seketika – Seketika