Scroll untuk baca Berita
Call Us banner 325x300
BisnisPemerintahan

Tren Positif Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Indonesia

383
×

Tren Positif Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Indonesia

Share this article

“Bazaar Lebaran ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pegawai dan masyarakat sekitar dengan harga terjangkau.”

Seketika.com, Jakarta – Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor strategis yang memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada tahun 2023, sektor ini berkontribusi sebesar 39,10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas dan menyumbang 6,55 persen terhadap PDB nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa industri makanan dan minuman telah mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19. Pada tahun 2023 (Year over Year/YoY), sektor ini berhasil mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,47 persen.

Hal ini di sampaikan pada saat pembukaan Bazaar Lebaran Tahun 2024 di Jakarta, Senin (25/3).

Industri makanan dan minuman juga mencatat kinerja yang gemilang dalam ekspor, mencapai nilai USD 41,70 miliar selama tahun 2023.

“Sektor ini juga mencatat surplus neraca dagang sebesar USD 25,21 miliar pada tahun 2023,” tambah Menperin.

Investasi di sektor industri makanan dan minuman terus bertumbuh dan menarik minat dari investor nasional maupun global. Realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp85,10 triliun pada tahun 2023.

Menyikapi bulan Ramadan dan Idul Fitri 1445H, Menperin menyatakan bahwa stok komoditas pokok seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, jagung, dan bahan baku daging untuk industri makanan masih aman untuk 1-1,5 bulan ke depan.