Cerita serupa juga datang dari Haji Sapar, petugas kebersihan dari tim Taktiss. Selama empat tahun menyapu jalanan, ia selalu mengutamakan kebersihan.
“Kadang suka ada yang buang sampah sembarangan, saya tegur. Tapi ada yang dengerin, ada juga yang cuek,” ungkapnya.
Meski harus bekerja selama malam takbiran dan pagi Lebaran, ia merasa bangga bisa menjaga kebersihan kota. “Tugas mulia ini adalah motivasi saya,” tambahnya.
Adi, petugas kebersihan dari Dago, juga menjalankan tugasnya dengan penuh semangat. Meskipun sering menghadapi tantangan seperti musim kemarau yang memperberat pekerjaannya, ia merasa senang bisa membuat Bandung tetap bersih.
“Sukanya, bisa bikin Bandung bersih. Dukanya, pas hari H Lebaran orang kumpul sama keluarga, saya tetap kerja,” ungkapnya.