Dijelaskan Sutardi, untuk menjadi satu ekor DOC Joper prosesnya cukup panjang. Sebelum penetasan, telur akan dimasukkan ke cooling room. Hal ini bertujuan agar telur dapat menetas di waktu bersamaan. Dalam seminggu dilakukan penetasan sebanyak dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis setiap minggunya. Harga DOC yang dijualnya yakni sebesar Rp 5.000 per ekor untuk reseller, sedangkan peternak langsung diberi harga Rp 6.000 per ekor.
“Kalau produksi telurnya itu kita per hari, lalu kita masukkan ke cooling room, itu kulkas yang kita buat sendiri yang muat banyak telur, terus nanti kita setting seminggu itu dua kali, Senin dan Kamis. Karena kalau tidak kita masukkan cooling room itu nanti tidak menetas secara bersamaan. Jadi untuk menyamakan embrio supaya bisa menetas bersama kita masukkan cooling room dulu. Untuk sekali penetasan itu kita dalam satu minggu itu sekitar 20.000 sekali jadi kalau seminggu dua kali bisa 40.000,” ujar Sutardi.
(Fza/bantulkab.go.id)