1. Sejarah Wayang
Wayang sudah ada di Indonesia sejak puluhan abad silam. Kata “wayang” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “bayangan”. Jika dilihat secara filsafat, wayang kerap diartikan sebagai bayangan atau cerminan sifat-sifat manusia.
Mulai dari sifat murka, serakah, pelit, bijak, dan banyak lagi. Konon, cerita dan penampilan wayang menjadi alat komunikasi, pendidikan, maupun magis-religius (mitos tradisional) yang dipercaya masyarakat pada zamannya.
2. Jenis Wayang di Indonesia
Faktanya, ada banyak jenis wayang yang bisa ditemukan di Indonesia. Bahkan, setiap jenis wayang di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing.
Contohnya wayang kulit yang terbuat dari kulit sapi, kerbau, atau kambing. Biasanya, wayang kulit kerap menjadi bagian dari upacara adat.
Kemudian ada wayang geber yang menjadi salah satu jenis wayang tertua di Indonesia. Konon, wayang ini sudah ada dan berkembang sebelum Islam masuk ke Nusantara.
Selanjutnya ada wayang golek, yaitu jenis wayang yang terbuat dari boneka kayu.
Satu lagi jenis wayang yang tidak kalah menarik adalah wayang orang. Sesuai dengan namanya, salah satu seni pertunjukan wayang ini diperankan oleh manusia secara langsung.