Juru bicara Musk belum memberikan komentar, sementara pengacara Musk, Alex Spiro, menyatakan bahwa laporan The Journal tidak akurat. Terlepas dari kontroversi ini, Musk sebelumnya telah menggunakan ketamin untuk perawatan depresi, yang membuat dewan direksi khawatir.
NASA pun turun tangan setelah Musk terlihat mengisap ganja dalam sebuah podcast, meminta SpaceX untuk membuat perjanjian tertulis mematuhi aturan federal dalam penggunaan narkoba di tempat kerja dan membayar $5 juta untuk pelatihan karyawan.
Dalam menghadapi masalah ini, SpaceX dilaporkan mulai mengawasi obat terlarang di perusahaannya dengan lebih ketat, termasuk membawa anjing pelacak. Dampak kecanduan Musk juga terlihat dalam pengunduran diri Linda Johnson Rice, mantan Direktur Tesla, yang disebut merasa frustrasi dengan situasi ini.
Beberapa dewan direksi Tesla juga pernah mencurigai Musk sedang dalam pengaruh narkoba saat melontarkan tweet kontroversial pada 2018 lalu, yang akhirnya membuat Tesla membayar pinalti $40 juta dan Musk melepas jabatannya sebagai Chairman Tesla untuk sementara waktu. Semua kontroversi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang dampak pribadi Elon Musk terhadap kepemimpinan dan stabilitas bisnis perusahaannya.