Dampak yang diakibatkan oleh ledakan solar flare ini meliputi potensi badai geomagnetik yang dapat mempengaruhi komunikasi radio, jaringan tenaga listrik, sinyal navigasi, dan bahkan menimbulkan risiko bagi pesawat ruang angkasa dan astronot.
Sebagai informasi tambahan, diketahui bahwa jumlah solar flare cenderung meningkat setiap 11 tahun sekali, dan aktivitas bintik matahari maksimum diperkirakan akan mencapai puncak pada tahun 2025.
Para ilmuwan saat ini tengah memantau wilayah bintik matahari dan menganalisis kemungkinan ledakan plasma matahari yang mungkin mengarah ke Bumi, yang dikenal sebagai Coronal Mass Ejections (CME).
NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) bahkan telah mendeteksi dua CME kecil yang kemungkinan akan mencapai Bumi pada hari Jumat dan Sabtu.
Walaupun ledakan matahari kali ini disebut sebagai yang terbesar dalam enam tahun terakhir, kekuatan siklus secara keseluruhan diperkirakan lebih lemah dari rata-rata.
Meskipun begitu, dampaknya tetap lebih signifikan dibandingkan dengan peristiwa matahari sebelumnya. Keberadaan aurora yang lebih kuat bisa menjadi salah satu hasil dari ledakan api matahari yang lebih besar dari solar flare ini.