“Sejak awal perencanaan, kehadiran JIS untuk menjadi simpul kawasan pertumbuhan kesejahteraan dan ekonomi baru di wilayah utara Jakarta yang sebelumnya merupakan lahan kosong yang malah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menjadi tempat pembuangan sampah, hingga pengolahan barang-barang rongsokan,” paparnya.
Kehadiran JIS, lanjut Iwan Takwin, merupakan salah satu urban regeneration atau simbol penataan kawasan yang berkelanjutan di Jakarta.
“JIS juga akan terintegrasi dengan angkutan publik (adanya Halte Transjakarta, stasiun kereta api, hingga LRT Jakarta), tersedianya kawasan komersial, hotel maupun bangungan pendukung lainnya yang akan mendukung sebagai Kawasan Olahraga Terpadu,” tuturnya.
Ia menjelaskan, masterplan untuk tahapan-tahapan sudah ada untuk mendukung JIS sebagai kawasan olahraga terpadu. Berbagai kegiatan internasional pun sudah dilaksanakan di JIS.
“Kami sebagai badan usaha milik daerah tidak lepas dari penugasan pembangunan publik seperti JIS. Masterplan-nya tidak sekadar fasilitas melainkan pola kegiatan yang terbentuk berstandar internasional. Oleh karena itu, Jakpro tidak sekadar fokus kepada aktivitas, tapi juga edukasi sehingga mindset masyarakat bisa terbentuk, bahwa sebagai mawasan olahraga terpadu dengan fasilitas pendukung di sekitar JIS guna mendukung Jakarta sebagai Jakarta Global City,” jelasnya.