“Fenomena degradasi di Pantura Jawa yang tidak tertangani diperkirakan juga akan mengancam keberadaan dari 70 Kawasan Industri, 5 Kawasan Ekonomi Khusus, 28 Kawasan Peruntukan Industri, 5 Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri”
Seketika.com, Jakarta – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar hadiri seminar nasional strategi perlindungan kawasan Pulau Jawa melalui Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall) di Grand Ballroom Hotel Indonesia Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Al Muktabar mengatakan sesuai dengan regulasi Pemerintah Provinsi Banten serta kewenangan Pemerintah Provinsi terhadap 12 mil laut pihaknya hingga saat ini banyak melakukan kerja sama multipihak, pengaturan kawasan pantai dan pesisir laut.
Hal itu telah menjadi program kerja agar mengurangi dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan. Dampak yang dirasakan masyarakat salah satunya merupakan perubahan iklim seperti gelombang tinggi, ombak dan arus kuat yang dapat menyebabkan abrasi, banjir rob, rusaknya fasilitas wisata serta berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, dirinya mengaku seminar nasional ini sangat penting bagi Provinsi Banten.
“Oleh karenanya pembahasan tentang tanggul pantai maupun tanggul laut menjadi suatu hal yang penting bagi Provinsi Banten”, ungkapnya.
Wilayah Provinsi Banten yang termasuk ke dalam wilayah Pantai Utara (Pantura) merupakan kawasan pariwisata dan kawasan pertumbuhan ekonomi juga padat penduduk yang perlu bersinergi kepada semua pihak terutama terhadap daya dukung lingkungan, sehingga lingkungan itu menjadi produktif serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
“Aktivitas lahan dan kawasan Pantura di Provinsi Banten perlu kita sinergikan”, pungkas Al Muktabar.