Scroll untuk baca Berita
Call Us banner 325x300
PemerintahanPeristiwa

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Hadiri Seminar Nasional Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut

398
×

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Hadiri Seminar Nasional Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut

Share this article

Seminar Nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI, berkolaborasi dengan Universitas Pertahanan salah satunya melakukan pembahasan upaya perlindungan yang lebih masif terhadap kawasan Pantura dan Pulau Jawa.

Sebagai opsi pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall) untuk menjadi upaya mitigasi jangka panjang yang tidak hanya untuk perlindungan berlapis dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah, namun juga penyediaan air bersih lepas pantai, peningkatan konektivitas antar wilayah dan pengembangan kawasan baru di daerah pesisir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pulau Jawa menjadi salah satu kontributor terbesar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional mencapai 57,12%. Angka tersebut sekaligus memperlihatkan Pulau Jawa sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi secara spasial.

Di samping itu Pulau Jawa juga masih harus menghadapi sejumlah tantangan daya dukung dan daya tampung seperti ancaman erosi, abrasi, banjir, penurunan permukaan tanah (land subsidence) di sepanjang daerah Pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa yang terpantau bervariasi antara 1-25 cm per tahun, serta kenaikan permukaan air laut sebesar 1-15 cm per tahun di beberapa lokasi.

“Studi JICA pertumbuhan di kawasan Pantura 20% dari GDP Indonesia dengan kegiatan industri, perikanan, transportasi, dan pariwisata. Jumlah penduduk di Pantura itu 50 juta, jadi yang terdampak 50 juta orang. Nah, tentu tidak hanya membahayakan kelangsungan ekonomi dan infrastruktur tetapi juga kelangsungan hidup masyarakat,” ungkapnya.

Beragam ancaman yang mengintai kawasan Pantura Jawa tentu akan mempengaruhi keberlangsungan aktivitas ekonomi dan meningkatkan potensi bencana bagi jutaan penduduk yang berdiam di daerah tersebut.

Leave a Reply